Berita / TV Online

Warrior Nun -- Kebangkitan Laskar Wanita Vatikan

Selasa, 07 Juli 2020 20:37:09
164 klik
Oleh : cemplung

  • Warrior Nun

    Biarawati Jagoan

  • Warrior Nun

    Memilih Paus baru

  • Warrior Nun

    Pedang Divinium

  • Warrior Nun

    Malaikat Palsu

  • Warrior Nun

    Gereja vs Science

Pemeran : Alba Baptista, Toya Turner, Thekla Reuten, Lorena Andrea, Kristina Tonteri-Young, Tristan Ulloa
Sutradara :
Kreator : Simon Barry
Studio : Reality Distortion Field / Netflix
Genre : Superhero, Religi
Rilis : Juli 2020
Durasi : 42 menit

--- Nonton Film ---

Bioskop Online : Idflix

--- Sinopsis Film ---

Sejak Perang Salib, Kepemimpinan Gereja Katolik di Vatikan punya banyak pasukan khusus. Salah satu yang populer adalah Ksatria Templar (Knights Templar), yang terdiri dari para pria perkasa dan pemberani. Sudah banyak film yang menampilkan kisah mereka. Tak adakah kaum wanita yang angkat senjata dan menjadi anggota pasukan khusus wanita? Ternyata ada. Setidaknya, hal itu ada di dalam mini-seri ''Warrior Nun'' yang dirilis 2 Juli 2020 dan diangkat dari komik ''Warrior Nun Areala'' karya Ben Dunn. Warior Nun, yang terdiri dari 10 episode, dan sudah bisa ditonton semuanya, berkisah tentang laskar wanita Vatikan di era sekarang. Mereka aktif berpang melawan iblis dan segala bentuk kejahatan.

Lebih spesifik lagi, laskar wanita Vatikan ini adalah para biarawati usia muda, di kisaran umur 20 tahunan. Masih remaja putri. Mereka tergabung dalam Ordo Pedang Salib ( Order of the Cruciform Sword). Tak hanya terdiri dari manusia biasa, laskar biarawati dikomandani perempuan yang punya kekuatan super atau superhero. Bisa terbang, bisa menembus tembok, punya pukulan keras, serta kebal peluru dan bacokan pedang. Meski begitu, kalau ada Superman atau Superwoman yang lemah ketika bertemu kriptonit, sang super-biarawati Vatikan pun punya kelemahan. Ia bisa terluka dan tewas terkena peluru Divinium, .

Itulah yang terjadi pada Shannon Masters, sang super-biarawati yang jadi komandan laskar wanita Vatikan. Pada sebuah penggerebekan malam hari di sebuah pelabuhan, para penjahat ternyata menggunakan peluru dan bom Divinium, peluru dari logam yang konon mengandung unsur keilahian (divine). Shannon terluka parah karena pecahan Divinium. Dibawa ke sebuah klinik gereja, Shannon dipastikan takkan bisa bertahan lebih lama. Sesuai protokol, jika sang komandan meninggal, sumber kekuatan supernya harus dipindahkan ke anggota laskar yang layak jadi penerus. Sumber kekuatan itu adalah Hola, gelang besar bercahaya yang ditanamkan di punggung Shannon.

Ketika Hola sudah dilepas dengan memakai semacam trekker, pintu klinik diledakkan musuh yang ternyata terus mengejar. Situasi pun jadi kacau. Para anggota laskar wanita terpental. Yang luput dari ledakan adalah biarawati urusan medis yang bertugas mencabut Hola. Ia langsung melarikan diri dan masuk ke kamar mayat. Melihat ada sesosok jenazah wanita, ia menanamkan Hola yang panas membara ke punggung jenazah. Cara mirip dengan cara menstempel budak dengan besi panas. Bedanya, luka di kulit bekas stempel langsung menutup dan tak terihat bekas luka. Sang biarawati medis, setelah sedikit memberikan perlawanan terhadap penjahat yang menyusul ke kamar mayat, akhirnya tewas.

Mayat Hidup jadi Superhero

Jari kaki jenazah tiba-tiba bergerak. Tak lama kemudian ia bangkit dan hidup lagi. Mencoba turun dari meja jenazah, ia terguling dan jatuh. Tapi ia --dan terkejut sendiri-- mendadak bisa berdiri normal. Ia segera keluar dari gereja itu, yang berada di kota Andalusia, Spanyol. Tak tahu harus ke mana, ia pulang ke Panti Asuhan Michael, satu-satunya tempat yang ia hafal karena memang tinggal di sana. Atau setidaknya ia tinggal di sana hingga saat matahari terbit pada hari itu. Pagi harinya, ia ditemukan tak bernyawa di tempat tidurnya. Di sebelahnya tergeletak banyak obat tidur. Gadis itu, bernama Ava, usia 19 tahun, dipastikan meninggal karena bunuh diri.

Di panti asuhan, Ava (diperankan Alba Baptista) langsung menuju ke kamarnya. Ia disambut dengan penuh heran oleh seorang bocah laki-laki teman satu kamarnya. Tapi keduanya bisa saling meyakinkan kalau Ava bukan hantu. Ava kemudian melihat kursi roda yang ada di samping tempat tidurnya. Itu adalah kursi roda miliknya. Ia memang lumpuh kedua belah kakinya (paraplegia). Bahwa sekarang Ava sekarang bisa jalan, keduanya samas-sama tak terkejut. Mereka menganggapnya sebagai mukjizat. Sang bocah lantas bercerita kalau para suster sudah secara resmi mengumumkan kalau Ava meninggal.

Anggota laskar wanita Vatikan yang terkena ledakan bom tak ada yang tewas. Mereka menemuka biarawati medis sudah tak bernyawa. Tapi mereka tak menemukan Hola. Pendeta yang jadi petugas kamar jenazah memberi tahu kalau sebelumnya ada jenazah Ava di sana. Pendeta lain, yang jadi pimpinan ordo, Pendeta Vincent, juga hadir di sana. Mereka sepakat untuk segera mencari Ava. Vincent datang ke panti asuhan, tapi Ava --yang mendengar langkah kedatangannya bersama kepala panti asuhan-- segera melarikan diri. Ia sempat tertabrak mobil dan terlempar ke toko pakaian. Ia terluka, tapi lukanya otomatis sembuh. Ia juga sadar kalau tadi ia terlempar dan bisa tembus tembok toko. Ia pun ganti baju memakai baju yang ada di toko.

Monster Iblis di ArqTech

Ava menikmati dirinya yang baru. Ia jalan-jalan keliling kota karena sudah tak lumpuh lagi. Meski mengantuk, ia tak mau mencari tempat untuk istirahat tidur. Ia khawatir kalau tidur, ia akan bangun dengan keadaan lumpuh lagi. Ia bertemu dengan sekawanan muda-mudi nakal yang suka foya-foya dan menempati rumah kosong mewah. Ia tinggal dan bergaul bersama mereka. Dan pada suatu malam, saat mencari kesempatan makan enak dan gratis, dengan mendatangi konferensi pers di perusahaan bioteknologi bernama ArqTech, terjadi kekacauan. Sesosok monster iblis, Terask, muncul dan memburu Ava. Sang iblis ingin mengambil Hola. Laskar wanita Vatikan datang dan menembaki iblis. Ava selamat. Ia dibius dan dibawa ke markas laskar wanita Vatikan.

Gereja meyakini Ava adalah perempuan yang dipilih Tuhan untuk terus menggunakan Halo di punggungnya. Jadi Halo pun tidak dicabut dari punggungnya. Sebagai gadis muda yang bebas, urakan, dan tak peduli agama, Ava diajari berbagai hal tentang ajaran Katolik. Dan yang lebih pasti lagi, ia dibacakan dan juga membaca buku tentang asal usul Ordo Pedang Salib. Alkisah, di awal Perang Salib, ada seorang wanita bernama Ariala yang ikut berperang. Ia memang perkasa tapi akhirnya kena tikam pedang. Menjelang ajal, Malaikat Adriel datang, melepas gelang putih yang biasa mengapung di atas kepala malaikat, dan menanamkannya di punggung Ariala. Ariala sembuh dan terus ikut Perang Salib. Gelang putih itulah yang sekarang menjadi Halo, pusaka berkekuatan super yang terus diwariskan dari generasi ke generasi.

Gereja vs Science

Meski senang berkumpul dengan para anggota laskar wanita Vatikan, dan juga diajari bela diri, Ava akhirnya melarikan diri. Ia bergabung kembali dengan teman-teman baru yang suka hidup foya-foya. Ia juga menolong bocah laki-laki teman sekamarnya di panti asuhan dan membanya ke ArqTech untuk diobati. Bisa begitu arena perusahaan ini memang perusahaan bioteknologi yang banyak mengasilkan penemuan hebat. Proyek terbarunya adalah membuat portal antar-dimnesi bertenaga logam Divinium. Bagi gereja, logam Divinium sebenarnya adalah logam yang harus dirahasiakan karena amat berbahaya. Perseteruan ArqTech dan gereja ditampikan seperti perselisihan Vatikan dan dunia ilmu pengetahuan di masa lalu. Sosok gereja diwakliki Kardinal Duretti (Joaquim de Almeida). Sosok ilmu pengetahuan diwakili Jilian Savius (Thekla Reuten), wanita pintar, peneliti, penemu, dan sekaligus pemilik ArqTech.

Di hari-hari selanjutnya Ava juga mau membantu biarawati Mary, aka Shotgun Mary (Toya Turner), biarawati yang suka naik motor gede, dalam mengusir iblis yang menyerang kota lain. Di saat bersamaan Ava juga terus menjalin hubungan dengan Jillian untuk memahami apa yang terjadi pada dirinya dan apa sesungguhnya Halo yang berada di punggungnya. Ava juga terus diawasi oleh Kardinal Duretti, sebagai sosok penting yang bertanggung jawab atas keberadaan Ordo Pedang Salib. Sang kardinal berkepentingan karena Halo dan Divinium bisa mempermulus jalannya untuk menjadi Paus, atau pemimpin tertinggi Gereja Katolik Roma.

Upaya mencari tahu apa itu Halo --yang masih terus berusaha diambil pihak lain-- akhirnya mengantar Ava dan laskar wanita Vatikan kepada ''seorang malaikat'' yang dipenjara di ruang bawah tanah Basilika St Peters di kota Vatikan. Kehadiran mereka di sana bersamaan dengan hari-hari pemilihan Paus baru, yang diramaikan oleh ribuan massa yang berkumpul di lapangan St Peters. Ava akhirnya bisa bertemu dengan sosok malaikat itu. Berwajah ala Yesus, dia adalah malaikat Adriel. Malaikat dipenjara? Adriel bilang manusia-lah yang menyebut dirinya malaikat. Adriel lantas cerita masa lalunya ketika ia menyelamatkan Ariala di era Paus Urbanus II, tapi Ariala kemudian tak mau mengembalikan Hola. Dengan bertemu Ava, ia berharap Ava mau mengembalikannya.

Malaikat Palsu

Ava semula memang mempersilakan Adriel mengambil Halo dari punggungnya. Tapi sebelum proses melepas Halo selesai, Ava sadar ada yang tidak beres dengan sosok Adriel. Ia berbalik melawan Adriel. Adriel mengamuk. Di saat yang bersamaan, laskar wanita Vatikan berhasil membobol dinding ruang bawah tanah dengan dinamit. Mereka menolong Ava dan pergi keluar dari ruang bawah tanah. Saat tiba di aula St Peter, Adriel muncul dan menghadang mereka. Pendeta Vincent mendekati dan berlagak akan melawannya. Ternyata ia malah berbisik-bisik dengan Adriel.

Ava dan teman-teman laskar wanita Vatikan pun jadi sadar. Ternyata Vincet, sang kepala Ordo Pedang Salib, yang selama ini jadi kaki tangan Adriel, alias dalang di balik kemunculan monster iblis yang memburu Hola. Dugaan mereka bahwa segala kekacauan didalangi Kardinal Duretti ternyata salah. Sementara itu, di lantai atas Basilika St Peters, Kardinal Duretti melambai-lambaikan tangan ke arah massa di Lapangan St Peters. Ia sudah terpilih menjadi Paus baru.

Perkelahian antara Adriel dengan Ava dan para laskwar wanita Vatikan pun tak terhindarkan. Pendeta Vincent sembunyi dibalik pilar. Adriel mengunakan kekuatan mistisnya. Ia mengeluarkan asap merah yang menari-menari di udara dan mengubah orang-orang yang ada di aula menjadi zombi-zombi yang menyerang Ava dan kawan-kawan. Mereka terpojok. Fim pun usai. Netflix yang memproduksi dan menayangkannya sudah berjanji akan segera menghadirkan ''Warrion Nun'' season ke-2. Tapi jadwalnya masih belum jelas.***


Berita TV Online Lainnya