Berita / Bioskop Online

Above Suspicion -- Nestapa Janda Muda jadi Informan FBI

Jumat, 24 Juli 2020 22:43:51
182 klik
Oleh : cemplung

  • Above Suspicion

    FBI Pikeville

  • Above Suspicion

    Perampok bank

  • Above Suspicion

    Emilia Clarke

  • Above Suspicion

    Janda muda

  • Above Suspicion

    Informan tapi mesra

Pemeran : Emilia Clarke, Jack Huston, Sophie Lowe, Johnny Knoxville, Austin Hebert
Sutradara : Phillip Noysce
Studio : MTAF / White Knight
Genre : Aksi, Kriminal, Romansa
Rilis : Juli 2019
Durasi : 104 menit (1 jam, 44 menit)

Nonton Film


Bioskop Online : Bebas Tayang

Sinopsis Film Above Suspicion

Masa jaya tambang batubara di Pike County, Kentucky, AS, sudah berakhir pada tahun 1980-an. Kelesuan ekonomi menimpa banyak daerah, termasuk Pikeville, ibukota county (kabupaten). Pendapatan rumah tangga di Pakeville, yang penduduknya sekitar 6.800-an, hanya 26 hingga 36 ribu dolar per kapita. Kalah dari rata-rata gaji S1 (undergraduate) yang 52 ribu dolar. Saking sedikitnya uang yang beredar, seorang perampok yang sudah merampok 11 bank dalam 4 bulan terakhir hanya bisa membawa kabur 21 ribu dollar. Di kota tambang yang bangkrut inilah Susan Smith, janda muda kelahiran 1961, harus membesarkan dua anaknya. Selain hidup dari tunjangan sosial bulanan, termasuk tunjangan janda yang 86 dolar, ia jadi pengedar narkoba kecil-kecilan.

Suram? Suram dan seram. Film ''Above Suspicion'' memang film bernuansa serba suram. Yang bikin seram, Susan Smith, diperankan Emilia Clarke, aktris utama film seri ''Game of Thrones'' (2011 - 2019), membuka film dengan monolog seram. Katanya: ''Tahukah Anda hal yang paling tidak enak jadi orang mati? Yang paling tidak enak adalah orang mati punya banyak waktu untuk berpikir. Dan berpikir itu tidak enak. Menjadi tahu tentang sesuatu itu menyakitkan.'' Susan memang sudah mati. Tapi ia bisa bermonolog. Susan hantu? Ini bukan film horor. Film ini diangkat dari buku semi-dokumenter dengan judul yang sama, karya Joe Sharkey (1993). Ceritanya tentang Susan Smith yang jadi informan FBI dan akhirnya dibunuh oleh agen FBI yang jadi mitranya. Konon --meski kita tiap hari lihat film agen FBI yang gampang main tembak-- baru pertama kali itu dalam sejarah, pada 1989, FBI mengungkap kasus agennya membunuh informan.

Monolog Susan berakhir setelah film menampilkan dirinya terpana melihat sosok agen FBI Mark Putnam (Jack Huston) yang datang ke Pikeville. Susah menyebutnya bagaikan pria ganteng dan sukses yang muncul di majalah. Susan jatuh cinta pada pandangan pertama? Kurang lebih begitu. Seperti di majalah juga, pria ganteng itu datang ke Pikeville bersama istrinya, Kathy (Sophie Lowe) dan seorang bayi. Susan tak peduli dengan fakta terakhir ini, karena baginya Putnam adalah seorang pria sempurna yang punya keluarga bahagia. Bukan sekedar singgah, Putnam tenyata pindah ke Pikeville. Ia ditugaskan untuk bekerja di Kantor FBI Pakeville. Tugas pertama dan besar yang dibebankan kepadanya adalah meringkus perampok yang sudah disinggung tadi, yang 11 kali merampok tapi hanya dapat uang 21 ribu dolar (Rp 300 juta). Meski nilainya kecil, perampokan berulang dianggap kasus serius.

Merampok Bank Batubara

Pada suatu hari, Deputi Sherif Randy McCoy (Austin Hebert) sedang memandangi suasana kota yang sepi dari balik jendela kantor. Di seberang jalan ia melihat sebuah pickup berhenti tak jauh dari Coal Run Village Bank. Ia melihat pengemudinya, sendirian, memakai topeng sebelum keluar dari mobil. Ketika pengemudi itu turun dari mobil dengan membawa senapan dan berjalan ke arah bank, McCoy langsung keluar ke jalan. Ia meneriaki dan pengemudi itu langsung balik arah, kembali ke pickup, dan kabur. Dikejar? Tidak. Atasan McCoy melaporkan peristiwa itu ke FBI. Putnam, bersama Todd Eason (Chris Mulkey), rekan senior FBI yang akan pensiun, mendatangi McCoy. Sang deputi sherif bercerita apa adanya. Kejadian itu tak berarti. Todd yang memang sudah malas-malasan menjelang pensiun tak mempermasalahkannya. Putnam juga diam tapi menatap McCoy amat lama. Tak enak hati dipandangi seperti itu, McCoy bertanya apa mau Putnam. Putnam bilang ia ingin ada disamping McCoy saat ia menginterogasi calon rampok bank tadi.

McCoy tak punya pilihan lain selain mengajak Putnam mencari si calon rampok bank. Karena belum kenal, sambil nyetir McCoy bertanya orang di sebelahnya berasal dari mana? Danville, Connecticut. Di mana itu? ''Sekitar satu setengah jam dari New York. Tahu New York 'kan? Pusatnya Dunia?'' kata Putnam. Nama siapa? Mark Putnam. Nama anda? Randy McCoy. Berapa lama jadi deputi sherif? Baru November kemarin. ''Sherif yang baru kebetulan teman ibu saya, jadi saya dikasih kerjaan ini,'' bilang McCoy. Putnam geleng kepala. Sudah berapa lama jadi orang pemerintah? ''Baru dua minggu,'' sahut Putnam. Dua aparat keamanan yang sama-sama masih hijau itu akhirnya menemukan mobil pickup yang dicari. Sempat kejaran-kejaran, pengemudinya bisa meloloskan diri saat mobilnya terhenti di sebuah jembatan buntu di kawasan hutan.

Menggaet Informan Cantik

Malam hari, saat sudah di rumah, Putnam mendapat telepon dari McCoy. McCoy mengabarkan adanya peluang bagus untuk menggaet informan. Seorang pemuda lokal, Bones, terlibat keributan dan menembak orang di bar. Bones adalah adik Susan Smith. Dia melarikan diri dari TKP dan dipastikan akan pulang ke rumah Susan. Dan Susan, meski sudah cerai, masih tinggal satu atap dengan mantan suaminya, Cash, yang diperankan Johnny Knoxville, komedian yang main bareng dengan Jackie Chan di film Skiptrace. Tapi di film ini, ia tidak melucu. Cash menjadi bandar narkoba, mulai obat terlarang yang ringan sampai yang serius. Susan biasanya membantu menjual percocet: obat pereda nyeri yang sering disalahgunakan jadi narkoba. Singkat kata, mereka tahu mendalam dunia kriminal di Pikeville.

Setelah melakukan pengintaian, dan Bones sudah masuk rumah, Putnam dan McCoy melakukan penggerebekan. Mereka menjumpai Cash dan Susan sedang menikmati narkoba. Setelah meringkus Bones, mereka juga menemukan sekantong besar percocet. Walhasil, malam itu Putnam dan McCoy panen kriminal. Tapi karena niatnya memang bukan untuk menangkap penjahat, tapi untuk ''memeras'' agar jadi informan FBI, Putnam langsung menawari mereka kesempatan jadi informan FBI dengan bayaran bagus, plus Bones juga akan dibebaskan. Malam itu mereka hanya membawa Bones, sementara Susan dan Cash dipersilakan memikirkan tawaran jadi informan.

Keesokan harinya mereka benar-benar berunding. Ketika istirahat berunding, Putnam sempat mengerjai Susan dengan menelepon adiknya di Virginia, negara bagian asal Susan, dan berpura-pura menanyakan tunjuangan sosial yang diterima Susan di Virginia. Susan memang curang karena ia menerima tunjangan ganda. Putnam ingin pamer bahwa FBI punya kuasa dan tahu banyak informasi tentang Susan. Walhasil, karena Susan pada dasarnya sudah kesengsem dengan Putnam, Susan bersedia jadi informan. Ia tak pedulii apapun yang bakal jadi tugas informan, yang penting ia bisa dekat dengan Putnam. Putnam sendiri bersikap profesional dan memberi penjelasan soal uang yang bakal diterima informan, serta peluang bagi mereka untuk ikut Program Perlindungan Saksi: pindah ke negara bagian lain, dapat pekerjaan baru yang layak, dan banyak mendapat uang tunai.

Karena proyek terbesarnya sebagai agen FBI adalah meringkus perampok bank, Putnam langsung minta Susan mencarikan informasi tentang sang perampok. FBI menjanjikan hadiah 10 ribu dolar jika perampok bank bisa ditangkap. Susan sebenanya sudah tahu siapa sang perampok. Orang itu adalah teman Cash yang kebetulan tinggal di rumah mereka. Setelah lama menjadi informan, barulah dalam pertemuan rahasia di Martin, sekitar 40 kilometer dari Pikeville, Susan memberitahukannya. Pria itu bernama Joe B dan sudah tinggal di rumahnya selama 4 bulan terakhir sejak keluar dari penjara. Dia punya senapan laras pendek dan bilang akan merampok dalam waktu dekat. Putnam senang mendengarnya, tapi dia bilang sepertinya kali ini Joe B akan dibiarkan merampok dan penangkapan akan dilakukan setelahnya.

Joe B akhirnya memang merampok Premier Mountain Bank. Putnam minta Susan mencari tahu tempat dimana Joe sembunyi. Susan tak sulit mendapatkannya karena Joe menelpon Cash dan memberinya nomor telepon. Susan harus menggunakan pesona seksualnya untuk mendapatkan nomor itu dari Cash. Berkat nomor telepon itu, FBI dan Kepolisian Kentucky bisa meringkus Joe B, yang bernama asli Joseph Beauregard Reevis, saat sedang sembunyi di rumah ibunya. Sukses besar buat FBI. Ketika Putnam bertemu Susan, ia mengaku luar biasa senang dengan keberhasilan menangkap Joe B. Susan memberinya hadiah istmewa. Mereka menyewa kamar. Putnam pun lupa kalau sudah punya istri. Dan di waktu selanjutnya, setiap kali bertemu, mereka selalu bermesraan. (Jangan tonton bersama anak-anak).

Meringkus Bandar Narkoba Antar-Negara Bagian

Kemesraan Putnam dan Susan meredup ketika muncul Denver Rhodes (Omar Benson Miller). Ia datang ke kantor FBI Pikeville dan minta bertemu dengan Mark Putnam. Karena kantor FBI Pikeville memang hanya diisi dua orang, Putnam dan Todd, keduanya langsung bicara dengan Rhodes. Rhodes, tangan kanan bandar narkoba besar Kentucky, menawarkan kasus besar. Pengerebekan 2 ton ganja yang akan diselundupkan dari Meksiko. Bosnya adalah Rufus Green dan ia menjadikan salah satu bekas gudang di area tambang batubara di Stoneville sebagai markasnya. Rhodes minta bayaran 30 ribu dolar jika operasi berlangsung sukses. FBI menyanggupi. Putnam dan deputi Sherif McCoy pun sibuk bolak-balik melakukan pengintaian. Banyak orang bersenjatan di gudang Rufus. Saking sibuknya, Putnam jadi lupa dengan Susan Smith. Beberapa kali janji bertemu di motel tapi ia tak pernah datang. Susan sakit hati.

Susan muncul di markas Rufus. Ia memberitahu Rufus kalau FBI siap menggerebek markasnya dan menyita semua ganja. Rufus percaya. Walhasil, saat Putnam dan McCoy datang lagi untuk melakukan pengintaian, gudang itu sudah kosong. Yang lebih membuat jengkel, Rufus datang bersama Rhodes dan mengaku tak pernah mampir ke tempat itu sejak ia membelinya dengan harga murah dari pengusaha tambang. Beberapa malam kemudian, sejumlah pria menyerang rumah Putnam dengan membawa bom molotov. Untunglah Putnam mendengar suara berisik, keluar rumah, dan menembak orang yang akan melempar bom molotov. Bom molotov membakar tubuh sang pelempar.

Putnam mengadakan pertemuan rahasia lagi dengan Susan. Ia menuduh Susan membocorkan rencana penggerebekan ke gudang Rufus. Dan yang membuatnaya marah adalah Susan telah membahayakan keluarganya karena Rufus mengirim anak buahnya untuk membakar rumah. Ia mengeluarkan tanda terima uang 6.000 dolar dan minta Susan menandatanganinya. Susan meneken dan menerima uang jasa sebagai informan. Putnam bilang itu adalah uang terakhir dan sejak saat itu juga kerjasama mereka berakhir. Susan bukan informan lagi. Susan kecewa dan marah. Ia tidak terima hubungan mereka berakhir. Putnam tak peduli. Mereka baru bertemu kembali saat Susan diminta bersaksi di pengadilan pada kasus perampokan bank yang dilakukan Joseph Beauregard Reevis alias Joe B. Di dunia nyata, Joe B sungguhan dijatuhi hukuman penjara 57 tahun pada Januari 1988.

Susan makin jarang bertemu Putnam karena sejak sidang Joe B ia mendapat mitra kerja baru, Bob Singer (Kevin Dunn), agen FBI pindahan dari Baltimore. Karena ditempat asalnya biasa menangani narkoba, hal yang sama di Pikeville pun jadi urusan Bob. Tak ada lagi alasan bagi Putnam untuk bertemu Susan. Ketika akhirnya mendengar kabar Putnam akan pindah tugas ke Florida, ia mendatangi rumah Putnam. Hanya Kathy yang ada. Ia menghampiri Kathy dan bilang kalau suaminya sudah menidurinya. Kathy mengabaikannya. Susan jadi marah dan memaki-maki istri Putnam. Kathy akhirnya merespon. Ia bilang, ''Aku jadi kasihan ke kamu. Kamu sangat ingin punya kehidupan lebih baik, tapi kamu kira bisa mendapatkannya dengan mencuri kehidupan milikku. Itu tak mungkin terjadi.'' Paham maksudnya? Semoga paham. Soalnya Susan pun langsung terdiam.

Hantu yang Berpikir

Putnam sibuk di kantor baru di Florida dan terus dipuji atas kesuksesannya di Pikeville. Bob Singer menjalankan kantor FBI Pikeville sendirian. Rufus pensiun dari dunia narkoba dan pindah ke Meksiko. Rodhes mendapatkan 30 ribu dolar untuk kasus narkoba yang lain. Bones terbebas dari kemungkina masuk penjara. Yang apes adalah Susan. Ia merana. Plus dianggap pengkhianat di Pikeville. Ia amat rindu pada Putnam. Ia akhirnya menemukan cara. Ia menelepon dan bilang kalau dirinya hamil. Putnam kaget. Ia berjanji akan datang ke Pikeville, karena kebetulan ada urusan pengadilan yang harus dibereskan.

Ketika akhirnya bertemu, Susan minta Putnam jadi ayah sang bayi, meneken sertifikat kelahiran, dan menceraikan Kathy. Jika tidak mau, ia akan melaporkan segalanya ke FBI. Bob Singer akan membantunya. Mereka pun bertengkar. Susan bilang Putnam sudah menghancurkan hidupnya. Putnam bilang ia tak mau karir dan keluarganya jadi rusak. Ujung-ujungnya Susan tewas dicekik. Mayatnya dibuang di hutan.

Hari berganti hari, bulan berganti bulan, dan pada bulan ke-10 Putnam bicara empat mata dengan Kathy. Putnam menceritakan segala hal tentang Susan dan menegaskan kalau hari itu juga ia akan menyerahkan diri ke Kantor Pusat FBI di Washington DC. ''Ayahku pasti sangat ingin aku melakukan hal ini,'' bilang Putnam. Kathy menampar Putnam. Ia tak menyangka suaminya lebih mementingkan ayahnya.

Tulang belulang Kathy akhirnya ditemukan di hutan. Mark Putnam divonis penjara 14 tahun. Di dunia nyata, ia dihukum penjara 16 tahun. Tapi karena berkelakuan baik, ia bebas setelah 10 tahun. Kathy meninggal sebelum Putnam keluar penjara. Susan? Sepertinya ia terus jadi hantu yang berpikir dan bisa menceritakan semua yang ada di film ''Above Suspicion''. ***


Berita Bioskop Online Lainnya